Kode HTML Karya Anakku

Tuhan Yesus Memberkati


Enjoy Your Visit

Pemuda Kristen Indonesia

Crated By : Wingren THeodoretus
visit me @ my Facebook/ Twitter:
https://www.facebook.com/wingren.theodoretus?ref=tn_tnmn
http://twitter.com/wingren.muanley
Add Me
Fully Christian

Minggu, 16 Desember 2012

Standar Kompetensi


Silabus Kurikulum Stratum Satu (S1) Prodi Pendidikan Agama Kristen yang diterbitkan Kementerian Agama RI Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Kristen 2011, didalamnya terdapat rumusan Standar Kompetensi untuk Mata Kuliah Pendidikan Agama Kristen dalam Masyarakat Majemuk atau disingkat PAK dalam Masyarakat Majemuk, rumusan Standar Kompetensinya sbb:

Mahasiswa memiliki pemahaman tentang prinsip-prinsip dan strategi PAK dalam masyarakat majemuk, menghayati pentingnya, serta mengembangkan model PAK multikultur yang inklusif.

Saya (Dr. Yonas Muanley, M.Th.) menyederhanakan menjadi:
 
Mahasiswa STT IKSM Santosa Asih Jakarta "mampu" menilai teori-teori PAK Dalam Masyarakat Majemuk dan menerapkannya dalam proses Pendidikan Agama Kristen di tengah-tengah masyarakat majemuk dengan model PAK multikultural yang inklusif.

Dalam rumusan SK di atas, pemahaman prinsip-prinsip dan strategi PAK dalam masyarakat serta penghayatan pentingnya PAK dalam masyarakat majemuk dengan model multikultural dan inklusif hanya diamati melalui perilaku nyata peserta didik. Oleh karena itu rumusan SK menjadi "mahasiswa mampu melaksanakan PAK dalam Masyarakat Majemuk dengan pendekatan multikultural yang inklusif. Seseorang hanya mampu melaksanakan sesuatu karena ia memahami, serta menghayatinya. 

Berdasarkan Standar Kompetensi Di atas dijabarkan menjadi 8 Kompetensi Dasar, yaitu:

1. Mahasiswa mampu menguraikan realitas pluralisme Masyarakat Indonesia
2. Mahasiswa mampu menjelaskan dasar teologis dan paedagogik PAK dalam Masyarakat Majemuk
3. Mahasiswa mampu mengidentifikasi prinsip-prinsip PAK dalam Masyarakat Majemuk
4. Mahasiswa mampu mencermati sikap-sikap yang perlu dihindari dalam Masyarakat Majemuk
5. Mahasiswa mampu mendeskripsikan pendekatan PAK
6. Mahasiswa mampu merencanakan strategi PAK
7. Mahasiswa mampu mengembangkan model PAK yang multikultural dan inklusif yang cocok dengan
    masyarakat Indonesia
8. Mahasiswa mampu memperlihatkan kesenangannya menjadi guru PAK yang multikultural dan inklusif
    dalam hidup dan pelayanannya (Menjadi Guru PAK Rasa Indonesia)

Delapan pokok bahasan ini akan dibahas dalam 16 kali pertemuan (termasuk UTS dan UAS, atau mungkin 14 kali pertemuan (bagi STT yang melaksanakan pembelajaran 14 kali pertemuan termasuk UTS dan UAS)

Sekian dan semoga menjadi berguna

Salam multikultural yang Inklusif dari salah satu Pendidik Kristen Indonesia

Pdt. Dr. Yonas Muanley, M.Th.
Dosen Tetap STT IKSM Santosa Asih

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar